Teori Portofolio


Teori ini didasarkan pada pengamatan bahwa para pemodal di bursa melakukan diversifikasi. Hal ini dikarenakan mereka ingin mengurangi resiko yang akan terjadi di bursa. Dan resiko ini dalam teori portofolio didefinisikan sebagai standar deviasi tingkat keuntungan.

Hal ini disebabkan karena standar deviasi menunjukkan seberapa jauh kemungkinan nilai yang diperoleh menyimpang dari nilai yang diharapkan (expected value). Sebagaimana terlihat dalam rumus:

SDV (s) = ∑ [Pi{Ri – E(R)}2]1/2

Dimana: SDV (s) = standar deviasi, Pi = Probabilitas dari saham tersebut, Ri= frekwensi timbulnya saham tersebut di pasar, E(R) = tingkat keuntungan yang diharapkan.

Semakin besar nilai standar deviasi, semakin besar kemungkinan nilai riil menyimpang dari yang diharapkan, yang berarti semakin tinggi resikonya.

Bilamana pemodal melakukan diversifikasi, maka resiko yang relevan adalah standar deviasi portofolio. Hal ini menunjukkan bahwa standar deviasi akan tergantung pada sebagian besar co-variance antar sekuritas yang membentuk portofolio tersebut. Ini terlihat dalam rumus:

Variance portofolio = 1/N x rata-rata variance + [1 – (1/N)] x rata-rata covariance

Bila saja co-variance tersebut distandarisasi, maka diperoleh parameter yang disebut beta. Karena itu resiko portofolio yang didiversifikasikan dengan baik akan tergantung pada beta saham-saham yang membentuknya.

About these ads

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s