Ramalan penjualan (sales forecast)


Dalam memenuhi kebutuhan akan perkiraan kas, maka titik tolaknya adalah ramalan penjualan (sales forecast). Dan untuk membuat ramalan penjualan yang baik dibutuhkan kerja keras. Manajemen perusahaan harus memproyeksikan keadaan perekonomian nasional, kondisi perekonomian di daerahnya, dan kondisi pasar dari produknya. Disamping itu pula harus memperhitungkan strategi harga dan strategi pasar, program periklanan, keterbatasan kapasitas serta yang terpenting adalah mempertimbangkan strategi dan kebijakan pesaing.

Bilamana ramalan perjualan ternyata meleset jauh maka konsekuensinya akan menjadi serius. Dimana pasar nyata berkembang lebih pesat, sehingga mengakibatkan tidak terpenuhi kebutuhan konsumen, pesanan menumpuk, waktu penyerahan menjadi panjang, ketidakpuasan konsumen akan meningkat, dan pada akhirnya konsumen akan beralih pada pesaing (kompetitor) serta lenyapnya kesempatan ekspansi.

Akan tetapi bilamana sebaliknya, ramalan penjualan terlalu optimis dalam proyeksinya maka yang akan terjadi adalah pengangguran kapasitas perusahaan, rendahnya rasio perputaran, tingginya biaya penyusutan dan biaya perawatan, dan rendahnya tingkat pengembalian ekuitas. Yang semuanya akan menekan harga saham perusahaan. Jika ekspansinya didanai dari hutang, maka masalahnya akan menjadi berlipat ganda.

About these ads

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s