Klasifikasi perencanaan fasilitas


Klasifikasi perencanaan fasilitas terdiri dari 3 jenis, yaitu:

Perencanaan lokasi

Tujuan dari perencanaan lokasi ini adalah agar perusahaan atau pabrik sebaik mungkin dapat beroperasi/berproduksi dengan lancar dengan biaya operasi rendah dan memungkinkan untuk perluasan di masa mendatang.

Penentuan lokasi yang tepat akan mempengaruhi pelayanan konsumen dengan memuaskan, mendapatkan bahan baku yang cukup dan kontinyu dengan harga yang layak, mendapatkan tenaga kerja yang cukup, memungkinkan perluasan dikemudian hari.

Faktor penentu untuk mendapatkan lokasi adalah: letak pasar, letak sumber bahan baku, ketersediaan tenaga kerja, fasilitas pengangkutan, dan tingkat keamanan dan kenyamanan.

Metode pemilihan dan penentuan lokasi terdiri dari: factor rating, analisis nilai ideal, analisis ekonomi, analisis biaya-volume, pendekatan pusat grafiti, dan metode transportasi.

Perencanaan tata letak.

Tujuan penyusunan tata letak ini adalah untuk mencapai suatu sistem produksi yang efisien dan efektif melalui: pemanfaatan peralatan pabrik yang optimal, penggunaan jumlah tenaga kerja yang minimum, aliran bahan produksi yang lancar, kebutuhan persediaan yang rendah, pemakaian ruang yang efisien, ruang gerak yang cukup, biaya produksi dan investasi modal yang rendah, fleksibitas yang cukup, keselamatan kerja yang tinggi dan suasana kerja yang baik.

Efektifitas pengaturan tata letak dipengaruhi oleh: material handling, utilisasi ruang, mempermudah pemeliharaan, kelonggaran gerak, orientasi produk, perubahan produk, atau disain produk.

Tata letak dalam industri manufaktur ada 3 jenis,yakni: tata letak proses, tata letak produk, tata letak posisi tetap.

Perencanaan sistem material handling

Prinsip dasar sistem material handling ada 17, yakni

  • Sistem material handling yang disusun harus memenuhi tujuan dan persyaratan dasar.
  • Sistem penanganan dan penyimpanan hendaknya terintegrasi.
  • Peralatan material handling dan prosedurnya didisain sedemikian rupa dengan mempertimbangkan faktor kemampuan manusia dan keterbatasannya.
  • Metode dan peralatan material handling yang dipilih harus memberikan biaya per unit angkut yang rendah.
  • Faktor pemakaian energi dari sistem material handling dan prosedurnya harus diikutsertakan dalam melakukan justifikasi ekonomi.
  • Pemakaian ruangan yang seefektif mungkin.
  • Sedapat mungkin memanfaatkan gaya berat dalam memindahkan material dengan tetap memperhatikan keterbatasan.
  • Gunakan komputerisasi dalam material handling.
  • Dalam penanganan dan penyimpanan arus data harus terintegrasi dengan arus fisik material.
  • Urutan operasi dan tata letak peralatan harus efektif dan efisien.
  • Standarisasikan metode dan peralatan material handling.
  • Mekanisasikan peralatan material handling untuk efisiensi.
  • Metode dan peralatan material handling harus mempunyai dampak minimal terhadap lingkungan.
  • Metode penanganan harus sesederhana mungkin dengan mengeliminasi, mengurangi atau mengkombinasikan gerakan dan atau peralatan yang tidak perlu.
  • Metode dan peralatan harus bisa menangani berbagai kondisi operasi.
  • Metode dan peralatan material handling harus sesuai dengan peraturan keselamatan yang berlaku.
  • Sistem material handling harus mencakup jadwal pemeliharaan, jadwal perbaikan, serta kebijakan jangka panjang.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s