Teori Penentuan Harga Opsi


Opsi adalah sesuatu yang menunjukkan hak untuk melakukan sesuatu. Oleh karenanya baik pemodal ataupun manager keuangan bisa melakukan atau bisa pula tidak dalam pengambilan keputusan keuangan. Opsi ini lah sering disebut dengan financial derivatives.

Karakteristik opsi dapat diidentifikasikan pada berbagai keputusan keuangan yang menimbulkan pilihan bagi pemodal. Sehingga dalam pengambilan keputusan investasi kita akan dihadapkan pada adanya pilihan untuk membatalkan investasi tersebut. Hal ini dapat saja disebabkan adanya kemungkinan perusahaan akan menerbitkkan sekuritas yang mempunyai karakteristik opsi atau manager keuangan ingin melakukan investasi pada sekuritas yang mempunyai opsi.

Sebagaimana yang tergambar dalam ilustrasi dibawah ini. Bila kita mempunyai hutang US$ 500,000 dengan tingkat kurs saat ini adalah 1US$ = Rp. 9,850 dan kita ingin mengurangi tingkat resiko yang akan dihadapi adalah dengan melakukan pembelian dolar dengan kurs forward. Dalam kurs forward ini disepakati adalah 1US$ = Rp. 10,025. Dan pada kenyataan ini bila tahun yang akan datang ternyata kurs spot yang ada adalah 1US$ = Rp. 9,995, maka yang menjadi kewajiban kita adalah melakukan pembayaran hutang dengan kurs yang telah sepakati. Opsi yang ada sehubungan transaksi ini adalah kita akan membeli dolar pada saat harga kurs diatas Rp. 10,025 dan tidak akan membeli dolar bila harga kurs di bawah Rp. 10,025. Sehingga opsi ini akan menimbulkan hak untuk membayar dengan harga tertentu atau disebut juga dengan hak premium.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s