Penilaian sekuritas


Penilaian sekuritas mempunyai pengertian proses penentuan nilai pasar suatu sekuritas. Dimana sekuritas merupakan secarik kertas yang menunjukkan hak kepemilikan untuk memperoleh bagian dari prospek atau kekayaan atas perusahaan yang menerbitkan sekuritas tersebut dan berbagai kondisi yang melaksanakan hak tersebut.

Bila dikaitkan dengan keperluan analisis, maka sekuritas-sekuritas tersebut terbagi atas 3 tipe; yakni:

  • Sekuritas yang memberikan penghasilan tetap.

Sekuritas jenis ini adalah obligasi, dimana biasanya mempunyai features (gambaran) sebagai berikut; punyai nilai nominal yang disebut juga dengan face value, waktu pelunasan, mempunyai coupon rate per tahun (% pa).

Dan sesuai dengan penggunaan rumus,

Bo = ∑ ( Ft / ((1 + r)t) ) + ( N / (1 + r)n) )

maka didapat bila tingkat suku bunga dianggap relevan oleh pemodal meningkat, harga pasar obligasi akan menurun dan sebaliknya. Dengan demikian bila diabaikan kemungkinan default, maka harga obligasi akan tergantung pada tingkat suku bunganya.

  • Sekuritas yang memberikan penghasilan yang tidak tetap.

Untuk jenis sekuritas ini contohnya adalah saham, karena pemilik saham akan mendapatkan penghasilan dalam bentuk deviden dan perubahan harga saham.

Bilamana harga saham lebih tinggi dari pada harga beli saham, maka pemodal akan memperoleh capital gains, apabila kondisi sebaliknya maka pemodal akan mendapatkan capital loss.

Dengan demikian, para pemodal atau analis sekuritas akan memperkirakan nilai-nilai variabel (seperti tingkat resiko, proporsi laba yang dibagi, tingkat keuntungan yang akan diperoleh) dimasa yang akan datang dan bukan atas nilai historisnya.

  • Sekuritas yang mempunyai karakteristik opsi.

Salah satu jenis sekuritas yang berkarakteristik adalah warrant. Warrant adalah opsi untuk membeli sejumlah saham biasa dengan harga tertentu dan biasanya sering dipergunakan untuk ‘pemanis’ penerbitan obligasi.

Dan bilamana suatu obligasi disertai dengan warrant, maka investor akan memperoleh bunga tetap dari pembelian obligasi dan juga memperoleh opsi untuk membeli saham biasa dengan harga tertentu. Kalau harga saham diperkirakan akan naik maka opsi ini akan berharga. Dan akibatnya perusahaan mungkin dapat menjual obligasi dengan tingkat suku bunga yang lebih rendah.

Bagi perusahaan penerbit warrant ini mempunyai keuntungan dengan adanya tambahan dana dari penjualan saham biasa yang diatas nilai nominal saham tersebut disamping dana dari penjualan obligasi tadi.

Dalam memberikan penilaian warrant, terdapat 2 faktor yang menyebabkan perhitungan menjadi complicated. Pertama adalah kemungkinan adanya pembayaran akan deviden; kedua adalah aspek dilution (pengeceran).

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s