Tag Archives: riset

Hambatan penggunaan riset pemasaran

Beberapa faktor yang menghambat dalam penggunaan riset pemasaran,yaitu:

  • Konsepsi riset pemasaran yang sempit, ini karena adanya pandangan dari para manager yang memandang bahwa riset pemasaran hanyalah sebagai operasi pencarian fakta semata, tanpa didukung adanya definisi yang cermat dan alternatif keputusan.
  • Kemampuan peneliti yang tidak merata, dikarenakan masih adanya anggapan bahwa peneliti pemasaran masih kurang mampu dan tidak diberikannya kesempatan dan pelatihan yang lebih baik.
  • Hasil temuan riset pemasaran yang terlambat dan terkadang salah, ini juga dikarenakan bahwa para manager sangat membutuhkan informasi dari riset pemasaran dengan cepat dan akurat, sementara penelitian yang baik dan akurat membutuhkan waktu dan dana. Kalaupun ada, biaya untuk penelitiannya sangatlah mahal.
  • Perbedaan kepribadian dan penyajian, disebabkan adanya perbedaan gaya antara manager lini dengan peneliti pemasaran. Laporan peneliti sering dipandang abstrak, rumit, dan tentatif, sementara manager lini membutuhkan kenyataan, kesederhanaan dan kepastian.

7 Karakteristik inti dalam riset pemasaran yang baik.

Untuk menjadikan riset pemasaran yang baik terdapat 7 karakteristik inti yang dibutuhkan. Karakteristik tersebut adalah:

  1. Metode ilmiah, riset pemasaran yang efektif menggunakan prinsip metode ilmiah yang dimulai dengan pengamatan, perumusan hipotesis, prediksi, dan pengujian serta penganalisaan.
  2. Kreativitas riset, sebaiknya riset pemasaran mengembangkan cara-cara inovatif untuk dapat menyelesaikan sebuah masalah. Sehingga dari berbagai inovasi tersebut akan didapat berbagai alternatif pilihan untuk pengambilan keputusan.
  3. Metode beragam, peneliti yang baik akan berusaha untuk tidak terlalu bergantung pada satu metode saja dan lebih suka menyesuaikan metode dengan masalahnya daripada yang sebaliknya.
  4. Interdepedensi dari model dan data, peneliti yang baik menyadari bahwa data diinterpretasikan melalui model yang melandasinya. Model-model ini memberikan pedoman atas jenis informasi yang dicari dan harus dinyatakan sejelas mungkin.
  5. Nilai dan biaya dari informasi, peneliti yang baik akan menunjukkan perhatian pada estimasi nilai informasi dan biayanya. Pertimbangan nilai/biaya membantu bagian riset dalam menentukan proyek riset mana yang akan dijalankan dan rancangan riset mana yang akan digunakan.
  6. Skeptisme yang sehat, peneliti pemasaran yang baik akan menunjukkan sikap skeptisme yang sehat terhadap asumsi-asumsi yang dikatakan manager pemasaran mengenai bagaimana pasar bekerja.
  7. Pemasaran yang etis, peneliti pemasaran yang baik harus dapat memberikan keuntungan yang baik terhadap perusahaan yang mensponsorinya dan pelanggan yang menjadi tujuan objek penelitian.

5 Langkah proses riset pemasaran

Suatu riset pemasaran yang efektif dibutuhkan 5 langkah agar diperoleh data yang sesuai dengan tujuan pemasaran. Kelima langkah tersebut adalah :

  • Langkah pertama, mendefinisikan masalah dan tujuan riset. Dalam hal ini manager pemasaran dan peneliti pemasaran untuk mendefinisikan  masalah dengan hati-hati dan menentukan tujuan dari riset ini. Management harus mengarahkan agar jangan sampai masalah menjadi luas atau terlalu sempit. 
  • Langkah kedua, mengembangkan rencana riset. Periset pemasaran mengharuskan pengembangan  rencana yang paling efisien untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan. Manajer pemasaran harus mengetahui biaya rencana riset, sumber data, pendekatan riset dan lainnya sebelum menyetujui. 
  • Langkah ketiga, mengumpulkan informasi. Pada tahapan ini umumnya merupakan tahap yang paling mahal dan paling sering terjadi kesalahan. Olehn karena itu diperlukan ketelitian dan kesabaran untuk mendapatkan data informasi yang akurat.  
  • Langkah keempat, menganalisa informasi. Semua informasi yang didapat perlu disaring sesuai dengan kebutuhan dan tujuan dari riset ini. Perhitungan dan analisa akan data yang telah diperoleh akan menentukan langkah yang diambil selanjutnya. 
  • Langkah kelima, menyajikan hasil temuan. Pada hasil temuan yang akan disajikan sebaiknya jangan terlalu banyak angka-angka dan teknik statistik dimana nantinya akan membingungkan para pengambil keputusan melainkan pada hal-hal yang bermanfaat saja.