7 hal tentang anggaran kas (cash budgeting)


Dalam rangka pembuatan anggaran kas (cash budgeting) ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Anggaran kas yang disusun tidak menggambarkan bunga pinjaman, pendapatan dari investasi, surplus kas atau kerugian karena piutang macet.
  2. Bila arus kas keluar dan masuk dari kas tidak seragam dalam satu bulan, kemungkinan terjadi taksiran yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dari kebutuhan permodalan
  3. Biaya penyusutan tidak merupakan biaya per kas, sehingga tidak diperhitungkan dalam anggaran kas.
  4. Anggaran kas merupakan ramalan, sehingga semua nilai yang di dalamnya adalah nilai yang diharapkan. Jika kemudian penjualan dan pembelian aktual berbeda dengan anggaran maka ramalan surplus atau defisit kas akan berubah.
  5. Saldo kas minimum mungkin harus disesuaikan dari waktu ke waktu, naik dan turun sesuai dengan pola musiman dan perubahan perusahaan dalam jangka panjang.
  6. Jika perusahaan dalam bentuk multi divisi maka anggaran kas yang dibuat tiap divisi harus dikonsolidasikan dalam satu anggaran kas yang menyeluruh. Sehingga dapat dicapai efisiensi pemanfaatan dana yang menganggur antar divisi.
  7. Analisa anggaran kas akan lebih mudah bila dibantu dengan bantuan komputer. Sehingga setiap asumsi akan cepat dapat diubah.

One response to “7 hal tentang anggaran kas (cash budgeting)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s