Tag Archives: pemasaran

3 Pola Pemasaran

Dalam buku Pengantar Pemasaran, Philip Kotler menjelaskan ada 3 fase dalam pola marketing: Continue reading

Advertisements

6 jenis strategi fungsional

Strategi fungsional adalah strategi yang lebih bersifat teknis yang merupakan rumusan arahan dan pedoman dan operasional. Startegi tersebut terdiri dari 6 jenis, yaitu:
Continue reading

Hambatan penggunaan riset pemasaran

Beberapa faktor yang menghambat dalam penggunaan riset pemasaran,yaitu:

  • Konsepsi riset pemasaran yang sempit, ini karena adanya pandangan dari para manager yang memandang bahwa riset pemasaran hanyalah sebagai operasi pencarian fakta semata, tanpa didukung adanya definisi yang cermat dan alternatif keputusan.
  • Kemampuan peneliti yang tidak merata, dikarenakan masih adanya anggapan bahwa peneliti pemasaran masih kurang mampu dan tidak diberikannya kesempatan dan pelatihan yang lebih baik.
  • Hasil temuan riset pemasaran yang terlambat dan terkadang salah, ini juga dikarenakan bahwa para manager sangat membutuhkan informasi dari riset pemasaran dengan cepat dan akurat, sementara penelitian yang baik dan akurat membutuhkan waktu dan dana. Kalaupun ada, biaya untuk penelitiannya sangatlah mahal.
  • Perbedaan kepribadian dan penyajian, disebabkan adanya perbedaan gaya antara manager lini dengan peneliti pemasaran. Laporan peneliti sering dipandang abstrak, rumit, dan tentatif, sementara manager lini membutuhkan kenyataan, kesederhanaan dan kepastian.

7 Karakteristik inti dalam riset pemasaran yang baik.

Untuk menjadikan riset pemasaran yang baik terdapat 7 karakteristik inti yang dibutuhkan. Karakteristik tersebut adalah:

  1. Metode ilmiah, riset pemasaran yang efektif menggunakan prinsip metode ilmiah yang dimulai dengan pengamatan, perumusan hipotesis, prediksi, dan pengujian serta penganalisaan.
  2. Kreativitas riset, sebaiknya riset pemasaran mengembangkan cara-cara inovatif untuk dapat menyelesaikan sebuah masalah. Sehingga dari berbagai inovasi tersebut akan didapat berbagai alternatif pilihan untuk pengambilan keputusan.
  3. Metode beragam, peneliti yang baik akan berusaha untuk tidak terlalu bergantung pada satu metode saja dan lebih suka menyesuaikan metode dengan masalahnya daripada yang sebaliknya.
  4. Interdepedensi dari model dan data, peneliti yang baik menyadari bahwa data diinterpretasikan melalui model yang melandasinya. Model-model ini memberikan pedoman atas jenis informasi yang dicari dan harus dinyatakan sejelas mungkin.
  5. Nilai dan biaya dari informasi, peneliti yang baik akan menunjukkan perhatian pada estimasi nilai informasi dan biayanya. Pertimbangan nilai/biaya membantu bagian riset dalam menentukan proyek riset mana yang akan dijalankan dan rancangan riset mana yang akan digunakan.
  6. Skeptisme yang sehat, peneliti pemasaran yang baik akan menunjukkan sikap skeptisme yang sehat terhadap asumsi-asumsi yang dikatakan manager pemasaran mengenai bagaimana pasar bekerja.
  7. Pemasaran yang etis, peneliti pemasaran yang baik harus dapat memberikan keuntungan yang baik terhadap perusahaan yang mensponsorinya dan pelanggan yang menjadi tujuan objek penelitian.

5 Langkah proses riset pemasaran

Suatu riset pemasaran yang efektif dibutuhkan 5 langkah agar diperoleh data yang sesuai dengan tujuan pemasaran. Kelima langkah tersebut adalah :

  • Langkah pertama, mendefinisikan masalah dan tujuan riset. Dalam hal ini manager pemasaran dan peneliti pemasaran untuk mendefinisikan  masalah dengan hati-hati dan menentukan tujuan dari riset ini. Management harus mengarahkan agar jangan sampai masalah menjadi luas atau terlalu sempit. 
  • Langkah kedua, mengembangkan rencana riset. Periset pemasaran mengharuskan pengembangan  rencana yang paling efisien untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan. Manajer pemasaran harus mengetahui biaya rencana riset, sumber data, pendekatan riset dan lainnya sebelum menyetujui. 
  • Langkah ketiga, mengumpulkan informasi. Pada tahapan ini umumnya merupakan tahap yang paling mahal dan paling sering terjadi kesalahan. Olehn karena itu diperlukan ketelitian dan kesabaran untuk mendapatkan data informasi yang akurat.  
  • Langkah keempat, menganalisa informasi. Semua informasi yang didapat perlu disaring sesuai dengan kebutuhan dan tujuan dari riset ini. Perhitungan dan analisa akan data yang telah diperoleh akan menentukan langkah yang diambil selanjutnya. 
  • Langkah kelima, menyajikan hasil temuan. Pada hasil temuan yang akan disajikan sebaiknya jangan terlalu banyak angka-angka dan teknik statistik dimana nantinya akan membingungkan para pengambil keputusan melainkan pada hal-hal yang bermanfaat saja.

4 Langkah meningkatkan kualitas dan kuantitas intelejen pemasaran

Terdapat 4 langkah bagi perusahaan untuk dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas intelejen pemasaran,yaitu:

  1. Perusahaan melatih dan mendorong staf penjualan untuk menemukan dan melaporkan perkembangan yang terbaru. Staf penjualan adalah ‘mata dan telinga’ bagi perusahaan.
  2. Perusahaan yang kompetitif mendorong distributor, pengecer dan para perantara lainnya untuk menyampaikan data intelejen penting.
  3. Perusahaan membeli data informasi dari pihak luar. Tentunya perusahaan pengumpul data ini mempunyai data yang akurat dan terkini, hanya saja biasanya datanya bersifat umum dan bukan sesuatu yang rahasia.
  4. Beberapa perusahaan membentuk pusat informasi pemasaran internal untuk mengumpulkan dan menyebarkan intelejen pemasaran.

Sistem Informasi Pemasaran (Marketing Information System)

Sistem Informasi Pemasaran terdiri dari orang-orang,peralatan, dan prosedur-prosedur untuk mengumpulkan, menyortir, menganalisa, mengevaluasi dan mendistribusikan informasi dengan tepat waktu, akurat, dan dibutuhkan kepada pembuat keputusan pemasaran.

Sistem Informasi Pemasaran (SIP) harus mewakili persilangan antara apa yang menurut para manager dibutuhkan, apa yang sesungguhnya mereka perlukan,dan apa yang layak secara ekonomis.

Tiga perkembangan yang menimbulkan informasi pemasaran adalah pemasaran global, penekanan pada keinginan pembeli, dan kecenderungan menuju persaingan bukan harga.

SIP mampunyai empat komponen yang dibutuhkan, yaitu:

  • Sistem pencatatan internal.
  • Sistem intelejensi pemasaran.
  • Sistem riset pemasaran.
  • Sistem pendukung keputusan pemasaran.

5 konsep untuk kegiatan pemasaran

Terdapat 5 konsep yang dapat dipilih oleh organisasi dalam melaksanakan kegiatan pemasaran, yaitu:

Konsep Produksi

Konsep ini adalah konsep tertua didalam berbisnis. Dengan pengertian bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia di banyak tempat dan murah harganya.
Manager yang berorientasi pada hal ini akan memusatkan perhatian pada usaha-usaha untuk mencapai efisiensi produksi yang tinggi dan distribusi yang luas.

Konsep Produk

Konsep ini menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, kinerja, dan perlengkapan inovatif yang terbaik.
Manager yang berorientasi pada konsep ini memusatkan perhatian pada usaha untuk menghasilkan produk yang unggul dan terus menyempurnakannya.
Konsep ini mengarah pada myopia pemasaran.

Konsep menjual/penjualan

Konsep ini menyatakan bahwa konsumen, jika diabaikan, biasanya tidak akan membeli produk dalam jumlah yang cukup dengan asumsi konsumen malas atau enggan melakukan pembelian.
Manager yang mempunyai orientasi padahal ini harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif.
Pada konsep ini memusatkan perhatian pada kebutuhan penjual dengan sibuk mengubah produknya menjadi uang tunai.

Konsep Pemasaran

Konsep ini menyatakan bahwa kunci untuk meraih tujuan usaha adalah menjadi lebih efektif daripada para pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan dan memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran.
Dalam konsep ini lebih memusatkan pada kebutuhan pembeli dengan usaha menuangkan gagasan untuk memuaskan kebutuhan pelanggan melalui produk dan segala sesuatu yang berkaitan dengan penciptaan, pengiriman, dan akhirnya pengkonsumsian produk.

Konsep Pemasaran Bersetiakawanan Sosial

Konsep ini menyatakan bahwa tugas perusahaan adalah menentukan kebutuhan, keinginan, dan kepentingan pasar sasaran dan memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien daripada pesaing dengan mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat.
Konsep ini mengajak pemasar membangun pertimbangan sosial dan etika dalam praktek pemasaran.

Pengertian management pemasaran

Berikut adalah beberapa pengertian di dalam management pemasaran (marketing management), yakni: Continue reading