Tag Archives: sistem

Sistem Informasi Pemasaran (Marketing Information System)

Sistem Informasi Pemasaran terdiri dari orang-orang,peralatan, dan prosedur-prosedur untuk mengumpulkan, menyortir, menganalisa, mengevaluasi dan mendistribusikan informasi dengan tepat waktu, akurat, dan dibutuhkan kepada pembuat keputusan pemasaran.

Sistem Informasi Pemasaran (SIP) harus mewakili persilangan antara apa yang menurut para manager dibutuhkan, apa yang sesungguhnya mereka perlukan,dan apa yang layak secara ekonomis.

Tiga perkembangan yang menimbulkan informasi pemasaran adalah pemasaran global, penekanan pada keinginan pembeli, dan kecenderungan menuju persaingan bukan harga.

SIP mampunyai empat komponen yang dibutuhkan, yaitu:

  • Sistem pencatatan internal.
  • Sistem intelejensi pemasaran.
  • Sistem riset pemasaran.
  • Sistem pendukung keputusan pemasaran.
Advertisements

Alat untuk melacak dan mengukur kepuasan pelanggan

Beberapa alat untuk melacak dan mengukur kepuasan pelanggan, diantaranya:

  • Sistem keluhan dan saran, yaitu sistem yang menggunakan kotak (box) keluhan dan saran atau menggunakan hotline service untuk memudahkan pelanggan menyampaikan keluhan dan sarannya.
  • Survei kepuasan pelanggan, yaitu diadakannnya survei penelitian dengan menggunakan kuisioner untuk menjaring dan mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap produk atau jasa tertentu.
  • Belanja siluman, yaitu perusahaan membayar seseorang untuk bertindak sebagai pembeli potensial dan melaporkan temuan-temuan mereka saat berbelanja akan produk perusahaan tersebut tentang kekuatan dan kelemahan pada saat transaksi jual beli.
  • Analisa kehilangan pelanggan, yaitu perusahaan harus menghubungi para pelanggan yang berhenti atau beralih ke pemasok (produk) lain untuk mempelajari sebabnya.

Klasifikasi perencanaan fasilitas

Klasifikasi perencanaan fasilitas terdiri dari 3 jenis, yaitu:

Perencanaan lokasi

Tujuan dari perencanaan lokasi ini adalah agar perusahaan atau pabrik sebaik mungkin dapat beroperasi/berproduksi dengan lancar dengan biaya operasi rendah dan memungkinkan untuk perluasan di masa mendatang.

Penentuan lokasi yang tepat akan mempengaruhi pelayanan konsumen dengan memuaskan, mendapatkan bahan baku yang cukup dan kontinyu dengan harga yang layak, mendapatkan tenaga kerja yang cukup, memungkinkan perluasan dikemudian hari.

Faktor penentu untuk mendapatkan lokasi adalah: letak pasar, letak sumber bahan baku, ketersediaan tenaga kerja, fasilitas pengangkutan, dan tingkat keamanan dan kenyamanan.

Metode pemilihan dan penentuan lokasi terdiri dari: factor rating, analisis nilai ideal, analisis ekonomi, analisis biaya-volume, pendekatan pusat grafiti, dan metode transportasi.

Perencanaan tata letak.

Tujuan penyusunan tata letak ini adalah untuk mencapai suatu sistem produksi yang efisien dan efektif melalui: pemanfaatan peralatan pabrik yang optimal, penggunaan jumlah tenaga kerja yang minimum, aliran bahan produksi yang lancar, kebutuhan persediaan yang rendah, pemakaian ruang yang efisien, ruang gerak yang cukup, biaya produksi dan investasi modal yang rendah, fleksibitas yang cukup, keselamatan kerja yang tinggi dan suasana kerja yang baik.

Efektifitas pengaturan tata letak dipengaruhi oleh: material handling, utilisasi ruang, mempermudah pemeliharaan, kelonggaran gerak, orientasi produk, perubahan produk, atau disain produk.

Tata letak dalam industri manufaktur ada 3 jenis,yakni: tata letak proses, tata letak produk, tata letak posisi tetap.

Perencanaan sistem material handling

Prinsip dasar sistem material handling ada 17, yakni

  • Sistem material handling yang disusun harus memenuhi tujuan dan persyaratan dasar.
  • Sistem penanganan dan penyimpanan hendaknya terintegrasi.
  • Peralatan material handling dan prosedurnya didisain sedemikian rupa dengan mempertimbangkan faktor kemampuan manusia dan keterbatasannya.
  • Metode dan peralatan material handling yang dipilih harus memberikan biaya per unit angkut yang rendah.
  • Faktor pemakaian energi dari sistem material handling dan prosedurnya harus diikutsertakan dalam melakukan justifikasi ekonomi.
  • Pemakaian ruangan yang seefektif mungkin.
  • Sedapat mungkin memanfaatkan gaya berat dalam memindahkan material dengan tetap memperhatikan keterbatasan.
  • Gunakan komputerisasi dalam material handling.
  • Dalam penanganan dan penyimpanan arus data harus terintegrasi dengan arus fisik material.
  • Urutan operasi dan tata letak peralatan harus efektif dan efisien.
  • Standarisasikan metode dan peralatan material handling.
  • Mekanisasikan peralatan material handling untuk efisiensi.
  • Metode dan peralatan material handling harus mempunyai dampak minimal terhadap lingkungan.
  • Metode penanganan harus sesederhana mungkin dengan mengeliminasi, mengurangi atau mengkombinasikan gerakan dan atau peralatan yang tidak perlu.
  • Metode dan peralatan harus bisa menangani berbagai kondisi operasi.
  • Metode dan peralatan material handling harus sesuai dengan peraturan keselamatan yang berlaku.
  • Sistem material handling harus mencakup jadwal pemeliharaan, jadwal perbaikan, serta kebijakan jangka panjang.